6 Alat Ini Bisa Menyebabkan Listrik Rumah Mahal

Alat Elektronik Rumah Tangga

Usah menikah dan berbulan madu maka usai pula masa-masa romantis tanpa beban. Biasanya setelah itu Anda akan membeli rumah baru untuk ditinggali bersama pasangan Anda, tidak lagi menetap bersama orang tua dan melakukan segala kewajiban sendiri termasuk membayar tagihan listrik.

Tagihan listrik memang salah satu pengeluaran wajib yang harus kita bayarkan setiap bulannya, karena itu harus diprioritaskan. Jumlah tagihan listrik yang datang tiap bulannya juga beragam, hal ini disebabkan oleh jumlah pemakaian alat elektronik di rumah kita. Jika kita banyak menggunakan alat elektronik, terutama yang membutuhkan daya besar tentu tagihan listrik kita juga akan membengkak.

Nah untuk menghindari pembengkakakn tagihan listrik tanpa kita sadari, berikut ini ada beberapa jenis alat elektronik yang bisa Anda perhatikan penggunaannya.

  1. Setrika

Benda elektronik ini memang berukuran kecil, namun siapa sangka ternyata ia membutuhkan daya yang besar untuk memanaskan bagian bawahnya. Setrika bisa memakan daya hingga 300 watt, karena itu sesuaikan panas setrika dengan jenis kain yang akan disetrika agar tidak membutuhkan panas maksimal yang sangat boros listrik.

Biasanya di setrika terdapat tombol pengatur panas sesuai dengan jenis kain yang akan disetrika, Anda tinggal memutar atau mengaturnya sesuai kebutuhan saja.

  1. Microwave

Memang untuk saat ini banyak produsen microwave yang memproduksi alat ini dengan fitur hemat daya, namun tetap saja ia akan membutuhkan daya setidaknya 600 watt saat digunakan. Untuk menghemat listrik rumah, sebaiknya batasi penggunaan microwave sekali sehari untuk memanggang makanan.

Selain itu jangan lupa untuk membersihkan bagian dalam microwave setelah digunakan, karena adanya kotoran dapat membuat microwave bekerja lebih keras untuk memanaskan makanan. Yang berarti juga akan memakan lebih banyak daya dari biasanya.

  1. Dispenser

Alat ini memang cukup membuat pengeluaran listrik melonjak, terutama pemanasnya yang dapat memakan daya listrik 80-450 watt saat bekerja. Ada baiknya Anda menggunakan pemanas atau pendinginnya saat akan digunakan saja, dan jangan biarkan dispenser selalu menyala.

Atau jika sudah terlalu terbebani dengan dispenser, Anda bisa menggunakan fitur penyimpanan airnya saja jika bisa mengonsumsi air mineral kemasan. Untuk air panas Anda bisa merebusnya dan menyimpannya ke dalam termos, sedangkan air dingin tinggal dimasukkan ke dalam kulkas. Cara ini cukup manjur dalam mengurangi pembengkakakan tagihan listrik.

  1. Mesin Cuci

Meski keberadaannya sangat dibutuhkan, tetapi ia juga cukup memakan banyak daya. Mesin cuci membutuhkan daya sekitar 250-300 watt, terutama yang memiliki dua tabung. Penyebab terbesar mesin cuci sangat boros listrik ada pada proses memeras dan mengeringkan pakaian.

Jika panas matahari di luar cukup terik untuk mengeringkan pakaian, Anda tidak perlu menggunakan mesin cuci untuk mengeringkannya. Selain itu jika memungkinkan, gunakan mesin cuci sekiat 2-3 kali saja dalam seminggu.

  1. Pompa Air

Untuk rumah yang tidak mengandalkan langganan air PDAM, keberadaan pompa air tentu sangat dibutuhkan. Yang jadi masalah pompa air cukup membuat tagihan listrik bulanan Anda naik. Cara mengatasinya tentu saja untuk menghemat air dan memilih jenis pompa yang akan digunakans.

Pilih pompa dengan merek terpercaya kemudian atur kekuatan mesin pompa pada kekuatan sedang jika memungkinkan. Dengan cara ini Anda penggunaan daya listrik menjadi lebih stabil.

  1. AC

Sudah bukan rahasia lagi jika alat elektronik ini bisa membuat tagihan listrik melonjak.Terlebih untuk Anda yang tinggal di dataran rendah atau kota besar seperti Jakarta, AC tentu sangat dibutuhkan untuk menghilangkan hawa panas. Masalahnya AC membutuhkan daya listrik lebih dari 800 watt yang tentu akan sangat membebani.

Untuk mengurangi hal itu, sebaiknya atur suhu AC dengan suhu ruangan, yakni mengatur AC dengan suhu sekitar 23-24 derahat celcius. Karena jika Anda mengatur AC di bawah 20 derajat celcius akan cenderung memakan daya listrik yang lebih besar lagi.

Selain itu jika AC memang tidak terlalu dibutuhkan, akan lebih baik tidak usah digunakan. Anda bisa menggunakan bukaan yang pas pada rumah untuk mengalirkan udara masuk dan keluar dengan nyaman agar bagian dalam rumah tetap terasa sejuk.